Complicated

6 FEBRUARI 2009

Hatiku pecah dan hancur berantakan

tersayat-sayat katana ribuan kali, luka lama yang telah terpendam kini muncul kembali mengoyak hatiku… Di tengah kesedihan ini entah mengapa dirinya terus membayang di otakku, di mimpiku, di hatiku. Semakin aku berusaha untuk melupakan dirinya, semakin kuat bayang-bayang dirinya menyakitiku seperti ribuan anak panah yang menem bus jantungku…Ingatan tentang dirinya semakin meningkatkan kesedihan yang menyusup ke dalam diriku…

Tuhan…aku mencintai dia, aku takkan menyakitinya bila dia memang untukku… tapi jika tidak, aku akan merelakan dirinya pergi dan jangan biarkan dia kembali…

God Will

19 Desember 2008

di tengah hujan yang berjatuhan, aq berdoa dan terus berdoa, memohon padanya…
hati yang terguncang antara percaya dan tidak percaya terus menyelimuti diriku, seakan mau melahapku…
tapi, ditengah keraguan, aq memutuskan untuk mempercayainya, meminta bantuannya, untuk membimbingku, menuntunku, serta mengarahkanku dalam melalui seutas benang yang bercabang ini…
dalam hatiku aku terus berteriak, memanggil-manggil dirinya, tapi semakin lama, aku malah semakin ragu…
apakah kau mendengarku ?

otakq makin sakit, juga pikiranq
waktuq tinggal 6 bulan lg, aq semakin sulit utk percaya apakah Tuhan itu ada, aq telah menukar 5 tahun usiaq dg Setan yg lbh memperhatikanq drpd Tuhan utk memperoleh sesuatu yg selalu ingin kuraih yg tdk prnah diberi oleh Tuhan, … juga untuk menentang takdir dr keegoisan Tuhan… dan berlari dari experimentNya,
terus aku bertanya pada diriku, manakah yg kan kupilih? Tapi seandainya Tuhan benar-benar memberikan pilihan, aku akan memilih yang kedua, karena menurutku itu lebih baik dan walau hanya sesaat, aku lebih senang drpada memilih sesuatu yang belum pernah kurasakan yg keberadaannya belum tentu ada . . . . .